WhatsApp Pesanan Online Shop UMKM Customer Service

Cara Mencatat Pesanan WhatsApp Agar Tidak Berantakan

Pelajari cara mencatat pesanan WhatsApp dengan rapi agar order customer tidak tertukar, terlewat, atau hilang. Cocok untuk UMKM dan online shop.

Oleh Dipesanaja

Jualan lewat WhatsApp memang praktis. Tapi semakin ramai chat customer, semakin sulit juga mengatur pesanan.

Banyak UMKM dan online shop mengalami masalah seperti:

  • Pesanan customer terlewat
  • Salah catat warna atau ukuran
  • Salah kirim barang
  • Chat customer tenggelam
  • Admin kewalahan saat order ramai

Kalau dibiarkan, hal seperti ini bisa membuat customer kecewa dan penjualan menurun.

Di artikel ini, kita akan membahas cara mencatat pesanan WhatsApp agar lebih rapi dan mudah dikelola.


Kenapa Pesanan WhatsApp Sering Berantakan?

Biasanya karena semua proses masih manual.

Contoh:

  • Chat customer bercampur dengan chat pribadi
  • Tidak ada format order yang jelas
  • Admin mencatat di banyak tempat
  • Pesanan hanya diingat dari chat

Saat order masih sedikit mungkin aman. Tapi ketika chat mulai ramai, risiko human error meningkat.


1. Gunakan Format Order yang Jelas

Jangan biarkan customer order dengan format bebas.

Gunakan template seperti ini:

Nama:
Produk:
Varian:
Jumlah:
Alamat:
Metode Pembayaran:

Dengan format seperti ini:

  • admin lebih cepat mencatat
  • risiko salah pesanan berkurang
  • chat lebih rapi

2. Pisahkan Chat Pesanan dan Chat Pribadi

Salah satu penyebab order hilang adalah chat bercampur.

Tips:

  • gunakan nomor khusus jualan
  • gunakan WhatsApp Business
  • gunakan label customer

Contoh label:

  • Pesanan Baru
  • Sudah Bayar
  • Diproses
  • Selesai

3. Catat Pesanan di Satu Tempat

Jangan mencatat pesanan:

  • sebagian di chat
  • sebagian di notes
  • sebagian di Excel

Gunakan satu sistem agar semua pesanan mudah dicek.

Minimal gunakan:

  • Google Sheets
  • Notion
  • atau aplikasi pengelola pesanan

4. Gunakan Template Balasan Cepat

Saat order ramai, admin biasanya kewalahan mengetik hal yang sama berulang kali.

Contoh:

  • format order
  • nomor rekening
  • konfirmasi pembayaran
  • resi pengiriman

Gunakan fitur quick reply agar lebih cepat.


5. Selalu Konfirmasi Pesanan Customer

Sebelum memproses order, ulang kembali detail pesanan.

Contoh:

Baik kak, izin konfirmasi:

Produk: Hoodie Hitam
Ukuran: L
Jumlah: 2 pcs

Apakah sudah benar?

Cara ini membantu mengurangi:

  • salah warna
  • salah ukuran
  • salah alamat

6. Hindari Mengandalkan Ingatan

Semakin ramai order, semakin sulit mengingat semuanya.

Jangan mengandalkan:

  • “nanti dicatat”
  • “masih ingat kok”

Karena biasanya justru pesanan penting yang terlupakan.


7. Gunakan Sistem Rekap Pesanan Otomatis

Kalau order sudah mulai banyak, proses manual akan memakan waktu.

Menggunakan sistem rekap pesanan membantu:

  • chat lebih teratur
  • order tidak tercecer
  • admin lebih cepat bekerja
  • customer lebih cepat dilayani

Kesimpulan

Mengatur pesanan WhatsApp sebenarnya tidak sulit jika menggunakan sistem yang rapi.

Kunci utamanya:

  • gunakan format order
  • catat pesanan di satu tempat
  • gunakan label dan template
  • jangan mengandalkan chat semata

Semakin rapi proses pesanan, semakin mudah bisnis berkembang.


Kelola Pesanan WhatsApp Lebih Mudah dengan Dipesanaja

Dipesanaja membantu UMKM dan online shop mengatur pesanan dari WhatsApp dan Instagram DM agar lebih rapi dan tidak berantakan.

Cocok untuk:

  • online shop
  • reseller
  • dropshipper
  • customer service
  • UMKM

👉 Coming soon di dipesanaja.com

Kelola pesanan chat lebih rapi

dipesanaja membantu UMKM mengatur pesanan dari WhatsApp & Instagram dalam satu dashboard.

Mulai di dipesanaja.com